purwanto-sn on February 8th, 2010

Cukup banyak institusi dan lembaga di kota Surakarta yang menyediakan layanan free hotspot yang tentu sangat dicari dan dibutuhkan siapapun yang ingin beronline secara gratis.  Beberapa lokasi di antaranya adalah:

– Universitas Sebelas Maret (UNS)

Titik-titik hotspot terdapat di Gedung UPT Puskom, Perpustakaan, Gedung SPMB, Kantor Pusat, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Di kompleks Masjid Nurul Huda UNS juga ada titik hotspot.

– Solo Grand Mall

– Oslo Computer

– SMKN 2 Solo

– Depan rumah dinas Walikota Solo, Loji Gandrung.

– Bandara Adi Soemarmo, Panasan, Solo.

– Sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Coppa Futsal, Hotel Diamond, dan beberapa Hotel, Kantor Argodono Futures, Kantor Future Trading Roosley, Kantor Solo Radio dan disekitarnya.

– Kawasan Pondok Pesantren Modern Assalaam Solo (belum aku cek)

– Kampus STMIK Sinar Nusantara Solo

– Kampus USAHID Solo

– Kampus UMS di Pabelan – Solo

Sementara di daerah karanganyar, ternyata cukup banyak hotspot yang sebagian besar masih bersifat komersil alias harus langganan (berkisar 50 ribu sd 100 ribu rupiah per bulan). Dengan sedikit modal berupa antena, keberadaan hotspot dalam jarak cukup jauh (3 sd 4 km) pun masih terdeteksi…

Nah bagi yang punya info lebih silakan komentar dan masukannya….. salam

Tags:

purwanto-sn on February 7th, 2010

Pagi hari pertengahan bulan januari 2010, saya melihat sebuah wajan hitam tergeletak di sudut rumah, kondisinya saya anggap masih cukup bagus, hanya berkerak dan kotor terkena tanah. Setelah saya tanyakan kepada istri, dia bilang kalau wajan itu “statusnya” sudah “purna tugas”, karena ukurannya terlalu besar dan terlalu berat untuk memasak…. Dan ternyata dia sudah beli wajan baru dari almunium yang ukurannya lebih kecil dan jauh lebih ringan….

Wah, saya jadi teringat akan beberapa artikel tentang “wajan bolic” terutama dari beliau yang saya hormati Bapak Onno Purbo. Hari itupun kembali kulihat artikel-artikel terkait dengan pengertian, metode pembuatan sampai dengan cara pemakaian “wajan bolic”…

Saat melihat proses dan beberapa contoh hasil jadinya, sepertinya terlihat cukup mudah cara pembuatannya. Ditambah beberapa informasi tentang software pendukung (netstumbler 4.0) saya merasa yakin dapat membuatnya.

Saya sadar keinginan untuk membuat sendiri wajan bolic ini memang spekulatif, pertama karena ada kekuatiran takut salah (masih kurang ilmu, mungkin lebih baik beli, karena ternyata sudah ada beberapa pihak yang menjualnya) dan terutama adalah karena belum tahu kondisi “resource” di wilayah sekitar tempat tinggal saya. Dari pengamatan sekilas di daerah sekitar, memang ada beberapa tower dengan antena “asing” yang saya perkirakan mungkin saja beberapa diantaranya adalah acces point yang dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma….(he he he maklum cuma jebolan jurusan Arsitektur, yang notabene tidak begitu paham dengan teknologi komunikasi)

Berbekal “ilmu” seadanya dan rasa penasaran, akhirnya saya putuskan untuk mencoba survey keberadaan hot spot atau acces point yang ada. Dengan menggunakan Wifi USB adapter (alhamdulillah dapat pinjaman sementara he he he) dan kabel extension USB kurang lebih 10 m (tanpa menggunakan wajan), ternyata ada beberapa AP yang terdeteksi, meskipun sinyalnya sangat lemah dan tidak stabil (kurang dari 15%).

Wah, saya merasa bagai seorang yang sedang “memancing” dan sudah dapat melihat “ ikannya”, tapi belum dapat menangkapnya…. Hal ini semakin membuat saya penasaran untuk tahu lebih jauh eksplorasi potensi resource nya jika memakai antena. Keputusan membuat antena sendiri-pun bulatlah sudah….

Pada prinsipnya wajan bolic adalah antenna direction dengan 3 komponen utama yaitu:

  1. Wajan sebagai penangkap sinyal ( semakin besar diameternya semakin bagus), yang harus dihitung posisi fokusnya dengan rumus: F= DxD/16x C dengan D adalah diameter wajan dan C adalah Kedalaman Pusat Wajan (center depth)
  2. Tabung Wave Guide sebagai pengarah sinyal dari wajan ke wifi USB (biasanya terbuat dari kaleng atau pipa paralon, yang juga berfungsi sebagai tempat memegang dan melindungi USB dari cuaca). Nah untuk wave guide perhitungannya cukup rumit, tapi prinsipnya adalah kita mencari posisi terbaik untuk wifi USB agar pantulan sinyal dari wajan dapat tepat sasaran).
  3. Struktur pendukung. Berupa tiang untuk memegang wajan bolic agar dapat diarahkan pada AP tertentu (pointing)

Untuk wajan, disarankan menggunakan diameter minimal 40 cm. Wajan alumunium dengan ukuran itu dipasaran sekitar 40 ribu, tapi wajan bekas lebih saya anjurkan ( belajar untuk recycle dan re-use . O ya sebagian besar material yang kupakai sebagai wajan bolic adalah BARANG BEKAS ….. LET’S GO GREEN…..!). Untuk artikel dan panduan selengkapnya silakan klik link di bawah ini

wajan-bolic-poer

Tags:

purwanto-sn on March 5th, 2009

Alhamdulillah, dengan berlakunya PP no 8 tahun 2009, kita sebagai PNS sedikit dapat bernapas lega. Kenaikan income sebesar 15% dari gaji pokok, diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kita untuk dapat memenuhi standar hidup dengan layak (kalo boleh dikatakan sedikit di atas minimum). Namun, yang sering terjadi di negeri kita ini adalah setiap ada kenaikan gaji pasti diikuti dengan kenaikan harga barang konsumsi. Sehingga terkadang kita berpikir, gaji naik atau tidak, tak ada pengaruhnya.

Namun, bukankah PNS sebagai abdi negara seharusnya tidak hanya mengaitkan kinerja dengan imbalan materi belaka?  Kadang terpikir bahwa memang sulit untu dapat benar-benar menjadi abdi negara dengan penghasilan yang pas-pasan, namun kalau kita bisa melihat dari sisi lain, mungkin hal ini akan sedikit berbeda. Kita kadang lupa untuk menghitung seberapa besar imbalan non materi yang dapat kita peroleh dari amal selama hidup kita  di dunia. Bekerja untuk ibadah saya pikir akan menjadi konsep jitu, bagi kesuksesan semuanya. Sebagai PNS dengan penghasilan yang tetap, sudah seharusnya kita banyak bersyukur, coba tengok saudara kita yang hidupnya penuh ketidakpastian. Di tambah dengan keikhlasan dalam menjalankan amanah negara, semoga imbalan yang “tidak terlihat” yang mungkin lebih berharga, dapat kita peroleh bersama-sama.

pp82009

purwanto-sn on November 10th, 2008

Buatlah gambar isometri dari soal dibawah ini, dengan skala 1: 100.

download di sini

Tags: , , ,

purwanto-sn on November 10th, 2008

Beberapa waktu lalu, kota Solo menggelar berbagai hajatan bertaraf internasional dengan WHC dan SIEM sebagai agenda utama, seolah tidak terpengaruh dengan kondisi krisis yang sedang melanda dunia global. Berbagai perhelatan dan agenda acara dilaksanakan berturut-turut hampir tanpa jeda.

Pada momen inilah sebenarnya kesempatan bagi masyarakat Solo untuk berpartisipasi dalam kancah pergaulan dunia, dalam kesejajaran eksistensinya dalam berbangsa dan berbudaya. Dengan berbagai khasanah peninggalan adiluhung yang tercipta berdasar olah pikir dan olah rasa para leluhur kita, terbukti bahwa peninggalan harta warisan  yang ada merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang tak ternilai harganya…

Pada kesempatan inilah aku mencoba ikut “urun-rembug”, dengan mengirim poster pada bagian Poster Session WHC. Sebuah poster sederhana tentang keutamaan struktur bangunan tradisional Jawa. Dalam proses membuat poster untuk acara internasional ini, ada beberapa hal yang cukup menarik untuk diceritakan. Yang pertama: Pada tahap awal, perlu motivasi yang cukup kuat. kendala utama adalah bagaimana mengemas informasi dalam format yang sangat padat (hanya 1 lembar) tanpa kehilangan substansi. Stategi yang aku pakai adalah gabungan bahasa tulisan dengan bahasa gambar. Prinsip-prinsip penyusunan komposisi menjadi dasar penyusunan elemen poster. Harus ada yang menjadi point of interest diantara background elemen lain. Setelah layout dianggap sudah cukup, tinggal masalah cetak. Poster ku cetak di atas kertas krunkurt glossy 100 gram menggunakan plotter. Ternyata tinta gampang luntur jika terkena cairan, jadi harus berhati-hati. Untung acara expo berlangsung dalam ruang tertutup di salah satu hotel terkenal di Surakarta, jadi tidak terlalu bermasalah. Mungkin lain waktu perlu mempertimbangkan alternatif cetak yang lebih awet, misal dengan out door printing yang jelas-lebih aman.

Setelah melewati proses seleksi ternyata posterku dianggap cukup representatif untuk di presentasikan di depan forum bersama 5 poster lain. Wah dalam waktu 3 hari pun kusiapkan materi berbahasa inggris, yang ternyata susah juga saat mengkonversi dari bahasa tulis ke bahasa lisan (ketahuan deh kalo jarang menggunakan he he he). Eh ternyata setelah mendekati hari H, ada surat pemberitahuan dari panitia yang mengatakan bahwa presentasi pada sesi poster ditiadakan, karena jadwal seminar yang sangat padat!!!

Meski lega, aku cukup menyesal juga kehilangan kesempatan di forum yang cukup besar ini. Yah semoga hanya dengan selembar posterku ini, ada pesan kebaikan yang dapat kusampaikan kepada orang banyak… Ok jadi tunggu saja kesempatan di lain waktu, jika masih di diberi kesempatan…….Insyaalloh

Tags:

purwanto-sn on October 21st, 2008

manusia adalah energi….semua perkataan, ide dan pikiran yang tertuang dalam kata-kata maupun tulisan dan diujudkan dalam tindakan,  menunjukkan betapa dahsyatnya makhluk yang bernama “manusia”.  Dengan semua potensi yang ada dalam dirinya, Manusia mempunyai kemampuan untuk membuat, mengubah dan mempengaruhi benda-benda dan alam di sekitarnya.

Ada pengaruh yang berharga karena membawa “kemaslahatan”, ada pula yang sebaliknya, tidak bermakna bahkan merugikan….

Tapi ingatkah Manusia dari mana asal dirinya? dari apa dia dibuat? untuk apa dia ada? dan ke mana tujuan ke”ada”an-nya………..

Coba tanyakan itu semua…. dengan harapan dapat menjadi purna dengan sebenar sempurna………………………

Tags:

purwanto-sn on October 16th, 2008

Selamat datang di BLOG saya….. Mari saling berbagi, saling koreksi, dan saling empati….semoga menjadi amalan yang abadi…….

Skip to toolbar